Pages - Menu

Saturday, 18 April 2015

USAHA - USAHA MUAWIYAH BIN ABU SUFYAN DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH KEKUASAAN

1.    Penaklukan Afrika Utara
Selama masa pemerintahannya, Muwiyah bin Abi Sufyan telah melakukan berbagai kebijakan untuk memperkuas wilayah kekuasaannya. Hal itu dilakukannya setelah ia berhasil melakukan pengamanan situasi di dalam negeri. Muawiyah segera melakukan pengerahan pasukannya untuk mengadakan upaya perluasan wilayah kekuasaan. Salah satunya adalah upaya penaklukan ke wilayah Afrika Utara. Upaya ini merupakan salah satu peristiwa penting dan bersejarah selama masa-masa kekuasaannya (661-680 M).
Usaha yang dilakukan Muawiyah ini didasari atas kenyataan politik bahwa para penjajah bangsa Romawi terus melakukan perlawanan di wilayah Afrika Utara. Perlawanan bangsa Romawi ini sangat mengganggu usaha dan kerja gubernur Amr bin Ash yang sedang memimpin wilayah Mesir. Oleh karena itu, Muawiyah bin Abi Sufyan memerintahkan Amr bin Ash untuk mengatasi persoalan tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, gubernur Amr bin Ash mengirim seorang jendral bernama Uqbah bin Nafi’.

KEBIJAKAN MUAWIYAH BIN ABU SOFYAN DALAM MASA PEMERINTAHANNYA

Selama masa pemerintahannya, Muawiyah bin Abi Sufyan telah melakukan berbagai kebijakan. Di antara kebijakan yang telah dilakukannya dalam bidang pemererintahan adalah:
1.    Pembentukan Diwanul Hijabah, yaitu sebuah lembaga yang bertugas memberikan pengawalan kepada khalifah. Pembentukan lembaga ini di dasari atas pengalaman sejarah masa lalu, yaitu beberapa khalifah rasyidah meninggal karena di bunuh oleh orang-orang yang tidak menyukai gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya. Dengan adanya lembaga ini, maka setiap orang yang akan menghadap untuk bertemu khalifah diperiksa terlebih dahulu, dan ditanyakan maksud kedatangannya. Dengan cara pemeriksaan yang ketat seperti ini, khalifah dapat terhindar dari ancaman pembunuhan dari orang-orang yang tidak menyukainya.

USAHA MUAWIYAH BIN ABU SUFYAN DALAM MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN

Setelah Muawiyah mendapatkan jabatan khalifah pada tahun 41 H/661 M dari tangan Hasan bin Ali, terdapat langkah-langkah strategis yang dilakukannya. Di antaranya adalah:
1.    Meminta Pengakuan dair Para Pengikut Hasan bin Ali
Untuk memperoleh pengakuan yang lebih dari masyarakat muslim, khususnya para pendukung Hasan bin Ali, Muawiyah bin Abi Sufyan meminta kepada Hasan untuk menjelaskan hasil kesepakatan yang telah dicapai antara Hasan dengan Muawiyah dalam sebiah pertemuan di Maskin. Muawiyah berharap, dengan cara-cara seperti ini, ia akan berhasil menjalankan roda pemerintahan tanpa tanpa harus mendapatkan banyak perlawanan atau penolakan dari kelompok yang kurang setuju atas hasil kesepakatan tersebut. Selain itu, pelimpahan kekuasaan yang terjadi dari tangan Hasan ke tangan Muawiyah akan terjadi dari tangan Hasan ke tangan Muawiyah akan semakin kuat posisi dan kedudukan Muawiyah karena memperoleh dukungan yang relatif cukup kuat dari penduduk Kufah, Basrah dan para penduduk kota-kota lainnya.

Wednesday, 3 July 2013

Biografi Muawiyah bin Abi Sufyan



Nama lengkap Muawiyah bin Abi Sufyan adalah Muawiyah bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayah bin Harb bin Abdi Syams bin Abd Manaf al-Quraisy al-Amawi. Ibunya bernama Hindun binti Utbah bin Rabi’ah bin Abd Syams bin Abd Manaf. Dari silsilah ini secara geneologis terjadi pertemuan antara nenek moyang bapaknya dengan nenek moyang ibunya, yaitu pada Abd Syams. Muawiyah yang dijuluki Abu Abd Al-Rahman, dilahirkan kira-kira pada tahun ke-5 sebelum kenabian (606 M). Muawiyah dan bapaknya masuk Islam pada perisrtiwa penaklukan kota Mekkah, ketika ia berusia lebih kurang 23 tahun. Menurut pengakuan Muawiyah sendiri bahwa ia telah menjadi muslim jauh sebelum fath  al-Mekkah, yaitu pada Yaum Al-Qadla ketika Rasulullah saw. Dan para sahabat melaksanakan Umrah setelah perjanjian Hudaibiyah. Ketika itu datang menghadap Rasul dan menyatakan diri sebagai muslim, tetapi keislaman itu ia sembunyikan. Hal itu dilakukan karena ia mendapat ancaman dari keluarganya, terutama ibunya bahwa kalau ia masuk Islam, pasokan makanan, warisan dan sebagainya akan dihentikan oleh keluarganya.
Setelah keislamannnya, ia mendapat kepercayaan dari Rasulullah saw. Untuk menjadi penulis wahyu. Jabatan ini diberikan kepadanya, selain sebagai bagian dari bentuk penghargaan atas keluarga Bani Umayah, juga karena Rasulullah saw. Melihat potensi dan kemampuan menulis dan membaca yang dimilikinya yang perlu dihargai dan dikembangkan untuk kepentingan pengembangan Islam. Karena pada saat itu, sedikit sekali orang Arab yang memiliki kemampuan membaca dan menulis. Dari sinilah kemudian posisi Muawiyah menjadi semakin penting di dalam kehidupan sosial keagamaan dan politik ketika itu.
Sejak saat itulah tampaknya Muawiyah meniti kariernya, sehingga memiliki karier politik yang cukup baik di dalam pemerintahan pada masa khulafaur rasyidin, terutama sejak masa khalifah Umar bin Al-Khattab (13-24 H/634-644 M).
Pada masa pemerintahan khalifah Abu Bakar (11-13 H/632-634 M). Saudara Muawiyah bernama Yazid bin Abi Sufyan, mendapat kepercayaan untuk menaklukkan daerah Syams. Dalam situasi yang kritis, Yazid meminta bantuan kepada khalifah untuk menambah kekuatan perang. Permintaan tersebut dipenuhi. Kemudian khalifah Abu Bakar as-Shiddiq meminta kepada Muawiyah untuk memimpin pasukan tambahan tersebut. Di bawah bendera Yazid, Muawiyah bertempur menaklukkan kota-kota di utara, seperti Sidon, Beirut, dan lain sebagainya.

Nama-Nama Khalifah Dinasty Bani Umayah

1. Muawiyah bin Abi Sufyan (41-60 H/661-680 M)
2. Yazid bin Muawiyah (60-64 H/680-683 M)
3. Muawiyah bin Yazid (64-64 H/683-683 M)
4. Marwan bin Hakam (64-65 H/683-685 M)
5. Abdul Malik bin Marwan (65-86 H/685-705 M)
6. Walid bin Abdul Malik (86-96 H/705-715 M)
7. Sulaiman bin Abdul Malik (96-99 H/715-717 M)
8. Umar bin Abdul Aziz (99-101 H/717-720 M)
9. Yazid bin Abdul Malik (101-105 H/720-724 M)
10. Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H/724-743 M)
11. Walid bin Yazid (125-126 H/ 743-744 M)
12. Yazid bin Walid (126-127 H/744-744 M)
13. Ibrahim bin Walid (127-127 H/744-745 M)
14. Marwan bin Muhammad (127-132 H/744-750 M)